Soal Penembakan Brigadir J, Komnas HAM Sebut Karakter Luka dari Arah Tembakan yang Berbeda-beda


Tangkapan layar konferensi pers Komnas HAM --www.youtube.com/humaskomnasham

MADURA RAYA- Kasus pemembakan yang menewaskan Brigdir J di kediaman Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Simbo saat ini masih terus alam proses penyidikan. 

Dalam proses penyelidikan ini melibatkan beberapa institusi salah satunya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham).

dilansir dari laman PMJ News, Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengatakan dugaan sementara luka di tubuh Brigadir J kemungkinan berasal dari arah tembakan yang berbeda-beda.

"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami," ujar pria yang akrab disapa Cak Anam ini Selasa (26/7)

lebih lanjut Anam mengungkap jika ada beberapa peluru yang masih bersarang di tubuh Brigadir J.

(BACA JUGA:Soal Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM: Usut Berdasar Data, Bukan Asumsi)

"Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluarnya memang pelurunya masih bersarang di tubuh. Sehingga jumlahnya berbeda," lanjutnya.

(BACA JUGA:Babak Baru, Polri Gelar Prarekonstruksi Guna Mengungkap Kasus Kematian Brigadir J)

(BACA JUGA:Buntut Kasus Penembakan Brigadir J, Mahfud MD Sebut Banyak Kejanggalan)

Hasil penyidikan dari Komnas HAM ini tentu tidak langsung menjadi acuan dalam pemeriksaan selanjutnya, Anam menyebut jika pihaknya masih terus menunggu proses ekshumasi jenazah almarhum.

"Sebenarnya kami juga bisa langsung menarik titik-titik kesimpulan. Namun, karena masih ada proses ekshumasi, kami tunggu proses ekshumasi," kata Anam saat jumpa pers di Jakarta, Senin (25/7) kemarin.

(MR)

`
Kategori : Nasional