Polda Metro Jaya Tangkap 78 Orang Terkait Perjudian Online


Polisi menangkap pelaku-Foto ilustrasi-Pexel

MADURA RAYA - Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bongkar kasus perjudian Online yang marak di masyarakat saat ini.

Dalam pengungkapan tersebut, setidaknya ada 78 orang diamankan dari kawasan Jakarta Utara, pada Jumat (12/8) dini hari.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis mengungkapkan penangkapan puluhan penjudi dilakukan pada Jumat (12/8) dini hari.

"Pengungkapan kasus Judi online di Rukan Exclusive Blok E nomor 39A Bukit Golf Mediterania Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Diamankan ada 78 orang," ucap Kombes Auliansyah dilansir dari laman resmi PMJNews, Jumat (12/8).

(BACA JUGA:Terus Didalami, Pemeriksaan Kasus Ferdy Sambo, Komnas HAM : Masih Menunggu Kabar Timsus Polri)

Menurut Auliansyah, saat ini 78 orang tersebut sedang dalam pemeriksaan, mereka diduga sudah melakukan dugaan tindak pidana perjudian lewat media elektronik dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4, 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU," jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menegaskan berkomitmen agar turut memberantas tindak pidana judi online ini.

Maka dari itu, masyarakat di wilayah hukum diminta untuk melaporkan jika menjumpai situs-situs yang mengajak ataupun menawarkan permainan judi online.

(BACA JUGA:Yuk! Percantik Penampilan Sambut HUT Kemerdekaan dengan Promo ASEPSO dari Lieza Yap Salon - Spa - Bridal)

"Jadi silakan lapor kepada kami apabila masyarakat mengetahui ada situs-situs tertentu yang menawarkan permainan judi online,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.

Selain hal itu, pihaknya dalam hal ini Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akan terus bekerja memantau judi online yang ada di dunia maya.

(BACA JUGA:Ini 3 Kandidat Kuat Pelatih Persib Bandung, Usai Mundurnya Robert Rene Albert )

Polisi juga akan bertindak jika menemukan tindak pidana kejahatan judi online.

"Setiap hari melakukan patroli siber dalam rangka memantau ada tidak kejahatan seperti itu. Sampai saat ini kita lihat situasi tidak ada masyarakat yang mengeluhkan adanya judi online yang marak di kita. Tapi kalau ada kami membuka pintu melaporkan," tandasnya.

MR/ED

`
Kategori : Nasional