Waspada Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan, Pemkab Sumenep Fokus Perketat Pengawasan


MADURA RAYA - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi pada hewan di Jawa Timur saat ini tengah mewabah.

Berdasarkan data yang dihimpun, wabah virus penyakit PMK itu telah menyerang kurang lebih 1.247 sapi yang tersebar di empat daerah, diantaranya Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Meski demikian, Kementrian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa tingkat keganasan virus atau penyakit PMK yang berakibat pada kematian tersebut masih cukup rendah.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kematian sangat rendah, hanya 1,1 persen dari jumlah ternak yang terinfeksi virus PMK ini," kata Nasrullah Direktur Jenderal Peternakan Hewan Kementan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/5) malam.

(BACA JUGA:Daftar Lengkap Wilayah PPKM Jawa-Bali, Hanya Kabupaten di Madura ini yang Masuk Level 3)

Nasrullah mengatakan, meski perlu diperkuat dengan hasil laboratorium lanjutan, menurutnya angka tersebut menunjukan tingkat keganasan virus PMK berada pada level yang rendah.

“Mudah mudahan bukan tipe yang ganas, tapi dengan gejala klinis kita melihat bahwa PMK ini bisa sembuh dan terbukti,” ujarnya.

(BACA JUGA:Hanya Pamekasan yang Masuk Wilayah PPKM Level 3, Menko Luhut Beberkan Alasan ini)

Sementara itu, di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur meski hingga saat ini masih belum ada laporan terkait penyakit virus PMK pada hewan. Pemerintah berupaya dan fokus melakukan langkah pencegahan dan pengendalian.

`
Kategori : Nasional Info Madura